selamat datang

Salamat Datang Di GUGUS DEPAN 24047-24048 SDN CITAPEN 02 KECAMATAN CIAWI KABUPATEN BOGOR

Senin, 06 Juli 2020

encipta Himne Pramuka

Mengenal Kak H. Mutahar, Sang Pencipta Himne Pramuka.

Husein Mutahar atau yang lebih sering dikenal sebagai H. Mutahar atau Hs. Mutahar pastilah sangat dikenal oleh para anggota pramuka. Wajar karena H. Mutahar adalah tokoh pramuka yang pencipta lagu Hymne Pramuka atau lagu Satya Darma Pramuka yang tetap dipergunakan oleh Gerakan Pramuka hingga saat ini.

Namun selain sebagai pengarang lagu Himne Pramuka, adakah anggota pramuka yang sudah mengenal Kak Mut (panggilan akrab Kak Husein Mutahar) lebih lanjut?.

Kak H. Mutahar adalah seorang habaib (keturunan langsung Nabi Muhammad), tokoh kepanduan dan kepramukaan, pejuang kemerdekaan, pencipta lagu, penggagas Paskibraka (Pasukan pengibar Bendera Pusaka), wartawan, hingga Duta Besar Indonesia di Vatikan.

H. Mutahar lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 5 Agustus 1916. Meninggal di Jakarta pada tanggal 9 Juni 2004 dalam usia 87 tahun. Nama lengkapnya adalah Habaib Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad Al Muthahar. Namanya kemudian lebih dikenal sebagai Husein Mutahar atau Hs. Mutahar. Di lingkungan Gerakan Pramuka, beliau kerap dipanggil sebagai Kak Mut.

H. Mutahar

Riwayat pendidikannya dimulai dari:

ELS (Europese Lagere School; SD 7 Tahun), 
MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs; SMP) lulus tahun 1934
AMS (Algemeene Middelbare School; SMA) lulus tahun 1938
  • Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (1946-1947, tidak lulus)

H. Mutahar dan Kepramukaan


H. Mutahar atau Husein Mutahar aktif dalam kegiatan kepanduan (sebelum lahirnya Pramuka), saat berdirinya Gerakan Pramuka, maupun setelah kelahiran Pramuka. Beliau telah aktif menjadi anggota kepanduan saat masih bersekolah di MULO dan AMS.

Dalam sejarah kepramukaan di Indonesia, beliau berperan aktif dalam Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia yang kemudian menyelenggarakan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia pada tanggal 27 - 29 Desember 1945. Konggres ini sendiri kemudian berhasil membentuk Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepanduan saat itu. Husein Mutahar menjabat sebagai anggota Kwartir Besar Pandu Rakyat Indonesia (1945 - 1961).

H. Mutahar juga berperan aktif dalam usaha pendirian Gerakan Pramuka pada tahun 1961. Bersama tokoh-tokoh kepramukaan lainnya, beliau berjuang keras ketika saat usaha peleburan kepanduan menjadi pramuka berusaha dibelokkan oleh Partai Komunis Indonesia menjadi gerakan Pionir Muda yang berhaluan komunis.

Setelah berdirinya Gerakan Pramuka (14 Agustus 1961), Husein Mutahar menjabat sebagai anggota Kwartir Nasional hingga beberapa kali periode. Menjabat sebagai Sekjen Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka periode 1973 - 1978. Selain itu, beliau juga aktif sebagai pembina pramuka hingga usia tuanya.

Bahkan dua minggu menjelang wafatnya, H. Mutahar meminta difoto dengan mengenakan pakaian pramuka lengkap dengan bintang jasa dan penghargaan yang diterimanya. Foto inilah yang kemudian dicetak dalam ukuran besar dan diletakkan di dekat jenazahnya saat beliau meninggal dunia. Padahal menurutu berbagai pihak, H. Mutahar termasuk tokoh yang kerap menghindar ketika hendak difoto.

H. Mutahar Sang Pencipta Lagu Perjuangan


Bagi anggota pramuka H. Mutahar dikenal sebagai pencipta lagu Himne Pramuka atau Satya Darma Pramuka. Lagu Hymne Pramuka sendiri diciptakan pada tahun 1964. Lagu Satya Darma Pramuka ditetapkan sebagai Himne Pramuka dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 51.

Selain lagu Satya Darma Pramuka, Husein Mutahar juga menciptakan berbagai lagu lainnya, seperti:
  1. Syukur (1945)
  2. Himne Almamater (Himne Universitas Indonesia)
  3. Hari Merdeka (1946)
  4. Dirgahayu Indonesiaku
  5. Gembira
  6. Tepuk Tangan Silang-Silang
  7. Mari Tepuk
  8. Jangan Putus Asa
  9. Saat Berpisah (Tiba Saat Berpisah)
  10. Dwi Warna
  11. Bertemu Lagi (Di Sinilah Di Sini Kita Bertemu Lagi)
Bagi anggota pramuka Satya Darma Pramuka (Himne Pramuka), Syukur, Saat Berpisah, dan Bertemu Lagi (Di Sinilah Di Sini Kita Bertemu Lagi) merupakan lagu-lagu yang cukup dikenal. Meskipun beberapa diantara kita tidak menyadari bahwa lagu-lagu tersebut adalah karya dari Kak Mutahar.

H. Mutahar Pejuang Kemerdekaan dan Penyelamat Bendera Pusaka


Kak Husein Mutahar, selain aktif di kepanduan, juga ikut bergerak aktif dalam perjuangan melawan penjajah. Pada Oktober 1945 terlibat langsung dalam 'Pertempuran Lima Hari' di Semarang. Ketika pemerintahan RI hijrah ke Yogyakarta pada tahun 1946, Mutahar diangkat menjadi Sekretaris Laksamana Muda Mohammad Nazir Isa yang saat itu menjabat sebagai Panglima Angkatan Laut Republik Indonesia (Kepala Staf TNI Angkatan Laut). Di tahun yang sama, HS. Mutahar kemudian diangkat menjadi Ajudan Presiden RI, Ir. Soekarno.

Husein Mutahar

Menjelang Ir. Soekarno ditangkap Belanda pada saat Agresi Militer II Belanda (19 Desember 1948), H. Mutahar mendapatkan tugas khusus untuk menyelamatkan 'bendera pusaka' (bendera Merah Putih yang dikibarkan pertama kali saat Indonesia merdeka) agar tidak jatuh ke tangan Belanda. Saat Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, dan pejabat lainnya ditangkap Belanda, H. Mutahar pun ikut ditangkap, namun dapat melarikan diri sambil menyelamatkan bendera pusaka.

Atas jasa beliau inilah kemudian pemerintah menganugerahkan Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra.

H. Mutahar Bapak Paskibraka


Selain dikenal sebagai tokoh pramuka sekaligus pencipta lagu Hymne Pramuka, Hs. Mutahar pun dikenal sebagai bapak Paskibraka (Pasukan Pengibar Bendera Pusaka). Menjelang peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan pertama kali (17 Agustus 1946), Ir. Soekarno berniat melaksanakan peringatan Detik-Detik Kemerdekaan RI di halaman Gedung Agung Yogyakarta. Ir. Soekarno menugasi H. Mutahar untuk mengonsep dan mempersiapkan acara tersebut. Hingga akhirnya beliau menunjuk lima orang pemuda untuk mengibarkan bendera pusaka. Peringatan tersebut kembali dilaksanakan pada tahun 1947 dan 1948.

Tahun 1967, Husein Mutahar dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk mengonsepo dan mempersiapkan pengibaran bendera pusaka saat peringatan Hari Kemerdekaan RI. Hasilnya, H. Mutahar membentuk 'Pasukan Pengerek Bendera' yang formasinya terdiri atas tiga kelompok yaitu Kelompok Pengiring (17 orang), kelompok Pembawa (8 orang), dan kelompok Pengawal (45 orang). Nama 'Pasukan Pengerek Bendera' tetap dipergunakan sampai dengan tahun 1972. 

Pada tahun 1973, Drs Idik Sulaeman, Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang saat Pramuka Penegak dibina oleh H. Mutahar mengusulkan mengganti nama dari 'Pasukan Pengerek Bendera' menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

Riwayat Jabatan dan Pekerjaan Lainnya

  • Wartawan Surat Kabar Het Noordik, Semarang (1938)
  • Anggota BPRI (Badan Pemberontak Rakyat Indonesia) Jawa Tengah, 1945
  • Sekretaris Panglima Angkatan Laut Republik Indonesia (1945 -1946)
  • Redaksi majalah “Revolusi Pemuda” (1945-1946)
  • Ajudan Presiden Ir. Soekarno (1946 - 1948)
  • Perang Gerilya (1948 - 1949)
  • Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka (Udaka) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1966 - 1968)
  • Pegawai Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (1969)
  • Duta Besar Republik Indonesia di Vatikan (1969 - 1973)
  • Direktur Protokol Departemen Luar Negeri merangkap Protokol Negara (1973-1974)

Kak Husein Mutahar tidak menikah sepanjang hidupnya sehingga tidak memiliki keturunan (anak). Meski demikian beliau mengangkat 8 anak semang (anak angkat).

Kak Hs. Mutahar meninggal di Jakarta pada tanggal 8 Juni 2004 akibat sakit tua yang dideritanya. Sebagai penerima tanda jasa penghargaan Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra, beliau seharusnya berhak dimakamkan di Makam Taman Pahlawan Kalibata. Namun sesuai dengan wasiatnya, beliau memilih dimakamkan di pemakaman umum Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Tokoh pramuka yang sedari kecil hingga tuanya tetap setia bergelut dengan kepramukaan itu telah tiada. Meninggalkan warisan berharga bagi anggota pramuka se Indonesia. Di samping lagu Satya Darma Pramuka hasil ciptaaannya, semangat, perjuangan, konsistensi, dan kesederhanaan H. Mutahar patut menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Materi Latihan Pramuka Siaga




Materi Latihan Pramuka Siaga

pengulis kak. Heru Purwanto. S.Pd.MS.

SIAGA

Materi latihan Pramuka Siaga adalah sekumpulan standar kompetensi yang harus dipenuhi oleh setiap anggota pramuka siaga. Materi-materi tersebut disajikan dalam latihan pramuka dalam bentuk permainan yang mengandung pendidikan serta nyanyian yang menarik dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, materi latihan diharapkan bersifat modern, bermanfaat dan taat azas. Modern mengandung arti menantang, kreatif, inovatif, dan mandiri, serta sesuai dengan kebutuhan, situasi, dan kepentingan. Kegiatan dalam latihan siaga bermanfaat, baik bagi pramuka siaga maupun bagi lingkungannya. Materi yang diberikan pun taat azaz dalam artian dilaksanakan dengan berlandaskan Prinsip dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan.

Materi latihan dalam perindukan Siaga, dikelompokkan dalam 5 area pengembangan. Kelima area pengembangan tersebut adalah pengembangan spiritual, pengembangan emosional, pengembangan sosial, pengembangan intelektual, dan pengembangan fisik.

Latihan Pramuka Siaga

Pramuka Siaga Putra


Adapaun materi-materi latihan pramuka siaga pada masing-masing area pengembangan sebagai mana tersebut di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :



§  Area Pengembangan Spiritual, meliputi :

§  Pramuka Siaga Mula : mengenal aturan agama yang dianutnya dan  agama serta budaya lain; 

§  Pramuka Siaga Bantu : memahami aturan aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain; 

§  Pramuka Siaga Tata : melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain. 

§  Area Pengembangan Emosional, meliputi :

§  Pramuka Siaga Mula : mengenal Dwisatya dan Dwidarma 

§  Pramuka Siaga Bantu : memahami Dwisatya dan Dwidarma. 

§  Pramuka Siaga Tata : mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma. 

§  Area Pengembangan Sosial, meliputi :

§  Pramuka Siaga Mula : mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu Perindukan.

§  Pramuka Siaga Bantu : mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya. 

§  Pramuka Siaga Tata : Taat terhadap peraturan-peraturan sosial yang berlaku di lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab serta mengetahui wawasan kebangsaan.

§  Area Pengembangan Intelektual, meliputi : 

§  Pramuka Siaga Mula : mengenal pengetahuan, teknologi  dan keterampilan kepramukaan.

§  Pramuka Siaga Bantu : dapat melaksanakan pengetahuan teknologi  dan keterampilan kepramukaan serta dapat memanfaatkannya.

§  Pramuka Siaga Tata :  dapat menceritakan pengetahuan dan teknologi  serta keterampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan.

§  Area Pengembangan Fisik, meliputi :

§  Pramuka Siaga Mula : mengenal organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.

§  Pramuka Siaga Bantu : memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olah raga, kebersihan dan kesehatan.

§  Pramuka Siaga Tata : membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolah raga secara teratur dengan mematuhi aturannya, minum cukup dan makan dengan menu gizi seimbang. 

materi-materi latihan untuk pramuka siaga sebagaimana dikelompokkan dalam 5 area pengembangan tersebut telah disusun dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Siaga untuk masing-masing tingkatan SKU. Sehingga, bagi peserta didik (pramuka siaga) maupun pembina pramuka siaga (Yanda dan Bunda) dalam menjalankan latihan siaga, bisa mengacu pada mataeri-materi sebagaimana point-point dalam SKU

 


Jumat, 01 Mei 2020





MAKNA DAN SEJARAH HARDIKNAS (HARI PENDIDIKAN NASIONAL)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan » Republik Indonesia

makna dan sejarah hardiknas (Hari Pendidikan Nasional). Setiap tanggal 2 Mei seluruh masyarakat Indonesia merayakan sebuah hari istimewa ini. Terutama bagi dunia pendidikan. Hardiknas dimana kita bisa memperingati  Hari Pendidikan Nasional Indonesia. Namun sayangnya, seiring berjalannya waktu sebagian besar masyarakat kurang memahami tentang sejarah Hardiknas atau makna hari pendidikan nasional itu sendiri. Alangkah baiknya jika kita menengok kembali sejarah Hardiknas dari awal ditetapkannya. Berikut ulasan lengkapnya.








Makna dan Sejarah Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional)

SEJARAH HARDIKNAS

Hari Pendidikan Nasional ditetapkan jatuh pada tanggal 2 Mei. Tanggal tersebut, dimana merupakan tanggal lahir dari Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah pahlawan yang berjasa besar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta tepatnya pada tanggal 2 Mei 1889. Atas jasa-jasanya dalam perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Beliau dianugerahi gelar Bapak Pendidikan Nasional pada tahun 1959.
Untuk dapat memahami makna Hari Pendidikan Nasional tersebut, maka kita juga harus mengenal lebih dekat sosok Ki Hadjar Dewantara ini. Berikut adalah perjalanan Beliau sejak menempuh pendidikan hingga akhirnya dinobatkan menjadi Bapak Pendidikan Indonesia.

• MENGENAL SOSOK KI HADJAR DEWANTARA

Sejarah Hardiknas diawali oleh perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dimana beliau dianggap sebagai pahlawan yang sangat berjasa bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. Beliau mendirikan Perguruan Taman Siswa yang merupakan sebuah tempat yang memberikan kesempatan bagi penduduk pribumi biasa untuk dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi. Sebab pada jaman penjajahan Belanda, pendidikan merupakan hal yang sangat langka dan hanya orang-orang terpandang serta orang-orang asli Belanda sendiri yang diperbolehkan untuk mendapatkan pendidikan.
Ki Hadjar Dewantara juga terkenal dengan tulisannya, dimana Beliau seringkali terlibat masalah dengan Belanda akibat dari tulisan-tulisan yang tajam yang ditujukan untuk pihak Belanda. Salah satu tulisan yang terkenal adalah “Als Ik Eens nederlander Was”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Seandainya Saya Seorang Belanda”. Karena tulisan tersebut Beliau akhirnya dibuang ke pulau Bangka oleh pihak Belanda.
Namun pada akhirnya Beliau mendapatkan bantuan dari Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesumo yang meminta agar beliau dipindahkan ke Belanda. Dan ketika Beliau telah kembali ke tanah air, Beliau mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922, dimana lembaga tersebut menjadi tolak ukur dari awal konsep pendidikan nasional Indonesia.

• JEJAK DAN PENCAPAIAN KI HADJAR DEWANTARA

Pendidikan pertama yang Beliau terima adalah Sekolah Dasar ELS. Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar, Beliau melanjutkan pendidikan ke STOVIA atau yang umum disebut juga sebagai Sekolah Dokter Bumiputera yang merupakan sekolah milik Belanda. Sayangnya Beliau terlanjur jatuh sakit sehingga tidak sempat untuk menyelesaikan pendidikan di sekolah tersebut.
Setelah itu Beliau sempat tercatat sebagai wartawan pada beberapa media seperti Oetoesan Hindia, De Express, Midden Java, Sedyotomo, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara.
Hingga akhirnya Beliau diangkat menjadi Menteri Pendidikan pada saat Kabinet pertama Republik Indonesia terbentuk. Beliau juga sempat mendapatkan gelar Doktor kehormatan yaitu Doctor Honoris Cause, Dr.H.C. yang diberikan oleh UGM atau Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1957.
Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia pada usia 70 tahun. Tepatnya pada tanggal 26 April 1959. Dan Beliau ditetapkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia pada tanggal 28 November 1959 atas Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 tahun 1959. Sejak saat itu Hardiknas juga ditetapkan menggunakan tanggal lahir beliau yaitu tanggal 2 Mei.

• SEMBOYAN TERKENAL KI HADJAR DEWANTARA

Untuk mengerti sejarah Hardiknas dan makna Hari Pendidikan Nasional lebih jauh, ada semboyan terkenal milik Beliau yang hingga kini masih digunakan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Semboyan tersebut adalah “Ing Ngarsa Sung Tulada (dari depan, seorang pendidik harus memberikan teladan yang baik). Ing Madya Mangun Karsa (dari tengah, seorang pendidik harus dapat menciptakan prakarsa atau ide). Serta Tut Wuri Handayani (dari belakang, seorang pendidik harus bisa memberi arahan).
Makna dari “Ing Ngarsi Sun Tulodo” dapat diartikan bahwa sebagai seorang pemimpin, harus memiliki sikap serta perilaku yang patut untuk menjadi di contoh oleh pengikutnya. Sedangkan “Ing Madyo Mbangun Karso” dapat diartikan bahwa seorang pemimpin juga harus bisa berada di tengah-tengah untuk dapat membangkitkan atau membentuk niat para pengikutnya untuk terus maju dan  melakukan inovasi. Kalimat terakhir adalah “Tut Wuri Handayani” yang berarti bahwa seorang pemimpin jika berada di belakang. Kalimat terakhir ini pun dapat diartikan harus dapat memberikan motivasi serta dorongan untuk semangat kerja bagi para pengikutnya.

MAKNA HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Untuk membantu para pelajar lebih memahami makna hari pendidikan nasional, biasanya sekolah-sekolah atau institusi pendidikan mengadakan upacara untuk mengenang para pahlawan yang berjuang bagi kemajuan dunia pendidikan Indonesia. Dengan begitu para pelajar diharapkan dapat mengingat perjuangan para pahlawan pendidikan dan lebih menghargai serta memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada saat ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
Disamping peran guru di sekolah, peran orang tua juga sangat berpengaruh bagi perkembangan para pelajar dan dunia pendidikan. Hal yang paling mudah adalah para orang tua diharapkan dapat memberikan contoh yang baik tentang bagaimana berperilaku dengan norma-norma dan pendidikan dasar. Oleh sebab itu, mengetahui sejarah Hardiknas serta makna hari pendidikan nasional dinilai sangat penting agar generasi mendatang selalu mengingat perjuangan untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia tidak diraih dengan mudah.





OLEH : KAK HERU PURWANTO, S.Pd



belajar dirumah dan menjaga dir dari covid-19







KEGIATAN PRAMUKA SIAGA

 KEGIATAN MENGENAL KOMPAS DAN PENGUNAANY KEGIATAN NONTON BARENG FILM MENYENANGKAN       MATERI DWI DARMA DAN DWI SATYA