SALAM PRAMUKA
selamat datang
Rabu, 03 Agustus 2022
Selasa, 05 April 2022
Segudang Peran Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka Indonesia
Setiap 14 Agustus, diperingati sebagai Hari Pramuka Indonesia. Pramuka atau Praja Muda Karana merupakan salah satu organisasi kepanduan yang mendunia, tak terkecuali di Indonesia. Jika di tingkat internasional, Bapak Pramuka dipegang oleh Baden Powell, maka di Indonesia, Bapak Pramuka Indonesia diduduki oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sepak terjang seorang Gusti Raden Mas Darojatun atau yang lebih
dikenal dengan nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam Gerakan Pramuka
Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Sejak usia belia, dirinya sudah aktif
menggeluti Gerakan kepanduan, di setiap jenjang pendidikannya, mulai dari
sekolah dasar hingga di perkuliahan. Tak hanya itu, Sri Sultan HB IX juga aktif
menyebarkan semangat kepanduan di masa perjuangan. Karena keaktifannya
tersebut, Sri Sultan HB IX dinobatkan sebagai Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan)
menjelang 1960.
Perannya dalam Gerakan Pramuka Indonesia sangat besar dan
penting. Melansir dari laman digilib.uinsby.ac.id, dirinya terlibat aktif dalam
penyatuan organisasi kepanduan, Gerakan Pramuka, dan seluk-beluk
pengembangannya di Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan Sri Sultan HB IX
menjadi salah satu anggota Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terbentuk
pada 9 Maret 1961. Bersamaan dengan ditetapkannya Hari Pramuka pada 14 Agustus
1961, Sri Sultan HB IX dilantik menjadi Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas)
sekaligus Wakil Ketua 1 Majelis Pimpinan Nasional (Mapinas).
Selama empat periode, jabatan Ketua Kwarnas diduduki olehnya,
yaitu periode 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970, dan 1970-1974 atau selama tiga
belas tahun. Di bawah kepemimpinannya, Gerakan Pramuka Indonesia melahirkan
berbagai pengembangan baru hingga mendapat penghargaan di tingkat nasional dan
internasional Salah satunya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berhasil
menggagaskan peralihan nilai ‘kepanduan’ menjadi ‘kepramukaan’ melalui Renewing
of Scouting.
Gagasan ini menekankan pada keikutsertaan Gerakan Pramuka dalam
pembangunan masyarakat. Terobosannya ini kemudian memperoleh respon positif dari
kalangan internasional, bahkan diadopsi oleh Gerakan Pramuka tingkat dunia,
melansir dari Nensiwi dalam Skripsi Peranan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam
Gerakan Pramuka Indonesia (1961-1988).
Mengutip laman smknegeri1jambu.sch.ac.id, berkat penemuan
barunya tersebut, pada 1973 Sultan Hamengku Buwono IX dianugerahi penghargaan
tertinggi dari World Organization of Scout Movement (WOSM) bernama Bronze Wolf
Award. Penghargaan lain yang berhasil diperolehnya yaitu Silver World Sward
dari Boy Scouts of America pada 1972. Atas prestasi-prestasi cemerlangnya, pada
1988 melalui Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka, Sri
Sultan HB IX ditetapkan sebagai Bapak Pramuka Indonesia di Musyawarah Nasional
Gerakan Pramuka di Dili, Timor Timur.
HERU PURWANTO,S.Pd
Minggu, 30 Januari 2022
Senin, 09 Agustus 2021
lagu indonesia raya 3 stanza lirik
lagu indonesia raya 3 stanza lirik
Minggu, 21 Februari 2021
Rabu, 11 November 2020
Penggunaan Tongkat Pramu
Tongkat Pramuka, Ukuran, Warna, dan Penggunaan
Tongkat pramuka pun layaknya senjata bagi setiap pramuka. Sebagaimana lirik salah satu yel pramuka berjudul "Yel Pramuka Bukan Tentara" di mana salah satu liriknya berbunyi : Bukan polisi dan bukan tentara // Tali dan tongkat itulah senjatanya // Coklat tua coklat muda seragamnya // Merah dan putih tergantung di lehernya.
Bahan, Ukuran, dan Warna Tongkat Pramuka
Tongkat pramuka dibuat dari bahan bambu atau kayu yang dibuat silinder. Ukuran panjang tongkat pramuka adalah 160 cm (1,6 meter) dengan diameter sekitar 5 cm. Tongkat diberikan warna bebas sesuai dengan aspirasi, keinginan, dan kreatifitas masing-masing. Jika semua anggota satu regu membawa tongkat, warna tongkat diusahakan seragam untuk menunjukkan kekompakan regu.
Sering kali dijumpai tongkat pramuka yang diwarnai menjadi tiga bagian, yaitu merah di kedua ujungnya dan putih di bagian tengahnya. Bagian ujung yang berwarna merah berukuran masing-masing 30 cm, sedangkan bagian tengah yang berwarna putih berukuran 100 cm. Aturan pewarnaan tongkat tersebut tidak salah namun juga tidak wajib. Karena sekali lagi, masing-masing regu bebas untuk mewarnai tongkatnya sesuai dengan kreatifitasnya.
![]() |
| Pramuka Penggalang dengan tongkat pramuka |
Penggunaan Tongkat Pramuka
Tongkat pramuka adalah peralatan serba guna bagi pramuka, sehingga wajar jka dianggap sebagai senjatanya pramuka. Bagi pramuka siaga, tongkat bisa hanya dibawa oleh Pimpinan Barung saja untuk melekatkan bendera barung. Bagi Pramuka Penggalang, selain pemimpin regu (untuk melekatkan bendera regu), tongkat pramuka biasa dibawa oleh setiap anggota regu dan digunakan dalam setiap kegiatan, meskipun tidak wajib.
Sebagai alat serba guna, tongkat pramuka memiliki berbagai manfaat dan kegunaan. Penggunaan tongkat pramuka tersebut antara lain untuk :
- Tiang tenda
- Pembuatan pionering, mulai dari pionering gapura, tiang bendera, rak sepatu, jemuran pakaian, dan lain sebagainya.
- Pembuatan tandu darurat (dragbar)
- Alat pertahanan diri, termasuk terhadap hewan liar
- Alat bantu menaksir tinggi, menaksir jarak, dan lain sebagainya.
- Alat bantu pengepakan barang (membawa, mengangkut, dan memindahkan barang)
- Baris Berbaris (Baca : Cara Menggunakan Tongkat Dalam Baris Berbaris)
KEGIATAN PRAMUKA SIAGA
KEGIATAN MENGENAL KOMPAS DAN PENGUNAANY KEGIATAN NONTON BARENG FILM MENYENANGKAN MATERI DWI DARMA DAN DWI SATYA
-
Pengertian Pramuka Siaga Siaga merupakan sebutan anggota Pramuka yang memiliki umur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai denga...
-
MAKNA DAN SEJARAH HARDIKNAS (HARI PENDIDIKAN NASIONAL) makna dan sejarah hardiknas ( Hari Pendidikan Nasional ). Setiap tanggal ...




